Showing posts with label Renungan Firman Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Renungan Firman Tuhan. Show all posts

31 December 2018

Ada apa di 2019?



PART 1 PENGENALAN
(Imamat 26)
Setiap akhir tahun, saya terbiasa mendapatkan ayat akhir tahun dari gereja untuk memulai tahun berikutnya. Ini memang sebuah hal yang baik untuk kita memulai tahun yang baru. Tapi di akhir 2018 ini, saya menyadari bahwa saya masih menikmati ayat tahunan dari gereja, tetapi rhema yang sifatnya personal dari Tuhan sungguh jauh lebih luar biasa. Mendapatkan ayat tahunan dari gereja seperti meminum air dari sebuah galon, tetapi Rhema dari Tuhan rasanya seperti minum langsung dari sumbernya, sungguh menyegarkan!

Memulai 2019 ini, saya belajar bahwa tiap kali Tuhan berfirman, Dia mengikuti sebuah pola, sebuah teori Burger (mirip teori sandwich untuk memberikan komplain) – cek foto selanjutnya untuk memahaminya.

02 July 2018

Diusir dari Kos 2x, Tuhan Ganti Yang Jauh Lebih Baik




Source: Kaskus
Duh... tak terasa sudah hampir setahun saya tidak menyentuh blog ini. Banyak hal yang terjadi selama setahun ini, dan biasanya saya tuliskan di Instagram baik pelajaran atau kesaksian hidup saya. 

Kali ini saya rindu serindu-rindunya untuk membagikan kesaksian yang baru saya alami belum seminggu belakangan. Yap, seperti judul diatas, mungkin saya perlu tulis dalam bentuk bold: Diusir dari Kos 2x, Tuhan Ganti Yang Jauh Lebih Baik.

Sebenarnya saya bukanlah orang yang menjalani hidup neko-neko dan saya juga bukan 'anak kemarin sore yang ngekos'. Mulai saya kuliah (th 2011) sampai saya bekerja saat ini (2018) sudah kurang lebih 7 tahun saya menjalani suka dukanya anak kos. Kalau mungkin kuliah saya sudah dapat gelar Doktor dalam hal dunia per-kos-an. Selama itu juga saya tidak pernah bawa hewan peliharaan, merokok, minum-minuman (kalau main kartu minuman sih pernah), apalagi bawa cewek ke kos toh saya juga masih single. (Eh bukan bermaksud curhat) Intinya selama kuliah saya tidak pernah mengalami hal yang disebut pengusiran dari kos. Tetapi Tuhan ini benar-benar punya selera humor yang tinggi dan pendidik handal. Bagi Dia sepertinya lebih membanggakan jika anak-anaknya lulus praktek daripada sekedar pandai berteori.

06 October 2015

Dynamic God & Bored Person


(ID: Tuhan atas Kegerakan & Orang yang Bosan)

Courtesy: Cherubims Online
Setelah sekian lama, saya tidak posting di blog ini. Ketika tadi pagi, Tuhan ingatkan bahwa Dia adalah Tuhan yang bergerak, dan Dia berikan saya kerinduan untuk menulis kembali di blog ini..

Bilangan 9:21

"Ada kalanya awan itu tinggal dari petang sampai pagi; ketika awan itu naik pada waktu pagi, merekapun berangkatlah; baik pada waktu siang baik pada waktu malam, apabila awan itu naik, merekapun berangkatlah."



Tadi pagi ketika di kamar mandi, saya cuma dicelikkan bahwa setiap tokoh didalam seluruh Alkitab, dari Kejadian sampai Wahyu, menunjukkan bahwa setiap orang yang akan dibawa menjadi besar harus terus bergerak. Tidak boleh tinggal disatu tempat untuk selamanya.

Yusuf - harus meninggalkan keluarganya ke Mesir, dari budak menjadi orang kepercayaan, kemudian menjadi narapidana sebelum dia menjadi orang kedua berkuasa di Mesir.
Bangsa Israel harus keluar dari Gosyen tanah yang subur dan diberkati, keluar ke padang gurun gersang,  melewati ujian demi ujian di padang gurun sebelum sampai di tanah Kanaan, bergerak dari perang kepada perang sebelum tanah yang berlimpah susu dan madu itu menjadi milik pusakanya.
Orang tua Yesus harus berpindah-pindah tempat, keluar negeri (ke Mesir), kemudian kembali lagi, berpindah-pindah tempat untuk mencari penginapan, sebelum Sang Mesias, Raja segala raja lahir ke bumi melalui keluarga ini. 
Dan masih banyak cerita lainnya, tentang orang-orang yang harus bergerak dari satu tempat ke tempat lain sebelum mereka menjadi orang besar yang dipakai Tuhan untuk melahirkan sesuatu yang besar. Maukah saudara jadi orang besar? Saya mau asal Tuhan jalan sama saya. 
Saudara, sangatlah penting dan perlu bagi kita untuk sama-sama belajar bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Dynamic God (Tuhan atas Kegerakan). Ada kalanya memang Tuhan ijinkan kita tinggal disatu tempat, tetapi tidak untuk selamanya.

Bullseye!

BULLSEYE!
Kurang lebih 2 minggu lalu ketika saya bersaat teduh, saya membaca tentang kisah sang pujaan hati Tuhan, Membaca kisah sang raja di 1 Tawarikh 13 & 1 Tawarikh 15, ada satu kata yang Tuhan taruh di hati saya. Kata itu adalah BULLSEYE.
Saya mengerti makna kata Bullseye ketika melihat salah satu keponakan saya bermain game melempar shuriken (senjata ninja yang berbentuk bintang) ke sebuah sasaran dan tiap kali shuriken itu mengenai lingkaran merah di tengah, muncul kata BULLSEYE! Dengan kata lain Bullseye memiliki arti tepat sasaran, bukan 50% tepat, 70% tepat, ataupun 99% tepat, tetapi 100% tepat.

Anak-anak Tuhan... sering Miss!
Courtesy: Thingamy The Blog
Beberapa saat setelah saya mendengar kata bullseye, saya merenungkan kata ini dan Tuhan bukakan kepingan-kepingan puzzle yang sebelumnya Ia pernah taruh di hati saya, dan poin utamanya adalah anak-anak Tuhan seringkali meleset dari rencana Tuhan, mereka berjalan dan mengambil keputusan dalam hidup dengan hikmatnya sendiri, merasa dirinya mampu dan cukup bijak untuk menentukan kemana kaki mereka memijak. Yang paling PARAH, adalah kalau mereka memulai dengan rencana mereka sendiri, dan di akhirnya gagal... jalan buntu... frustasi...

06 April 2015

Out of Time, On Time or In Time?

Shalom saudara!

Menjadi anak Tuhan tidak berbicara kita hanya pergi ke gereja tiap minggu ataupun baca Alkitab dan berdoa setiap hari. Tetapi menjadi anak Tuhan, berarti kita menjadi teladan kemana pun kita pergi, Apapun yang kita perbuat harus mencerminkan Tuhan yang kita percayai. Kita tidak bisa dengan sembarangan bersikap dan bertutur kata kepada orang lain. Karena kalau salah, kita bisa mempermalukan nama Tuhan kita, Yesus Kristus. Seberapa dari anda menyadari dimana pun, kapan pun dan dengan siapa pun anda bergaul, Tuhan mengawasi anda. Dia ingin tahu seberapa bijak dan hati-hatinya anda membawa namaNya yang mulia dan agung itu. 

Pada posting kali ini saya tidak akan membahas cara-cara bagaimana kita bisa membawa dan mempermuliakan nama Tuhan dalam konteks yang luas. Tetapi saya rindu membagikan apa yang telah Tuhan ajarkan kepada saya tentang mempermuliakan namaNya dengan menjadi on time, bahkan in time!

Kalau diamati, kita sebagai orang Indonesia sudah terbiasa dengan adanya jam karet. Janjian bertemu jam 10, datangnya jam 11. Menyelenggarakan acara bahkan mungkin ibadah jam 4 tetapi ngaret menjadi jam 5. Tanpa bermaksud menyalahkan kebudayaan Indonesia ini (karena saya belajar di mata kuliah Cross Cultural Understanding, di beberapa negara dunia ini memang menjadi telat adalah lebih sopan daripada menjadi on time, walaupun tidak semua negara), saya ingin mengajak anda sebagai anak-anak Tuhan yang Maha Tinggi untuk lebih bijak menggunakan waktu dengan cara menjadi on time atau bahkan in time!

09 March 2015

Bagaimana Melatih Dirimu untuk Beribadah?


Ini merupakan jawaban Tuhan yang membawa saya back to His track ketika kekecewaan begitu melingkupi saya. Firman Tuhan ini dibawakan oleh salah seorang hamba Tuhan di sebuah gereja di kota saya. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak tersebut, sekalipun bapak tersebut tidak tahu bahwa Firman yang telah disampaikannya telah benar-benar memberkati saya.
(dalam renungan ini ada beberapa tambahan yang diberikan oleh penulis untuk mendukung detail langkah 1-5)

Let's study His words:
Renungan ini diambil dari sebuah ayat emas di 1 Timotius 4:7 yang bunyinya "Tetapi jauhilah tahayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah"

Bagaimana kita melatih diri kita beribadah? 

19 February 2015

Hukum Tabur Tuai

Shallom!
Dari kemarin saya mendapatkan kerinduan untuk membagikan renungan yang Tuhan taruh di hati saya tentang "Tabur dan Tuai", tetapi baru sekarang mendapat kesempatan untuk blogging. Glad to have you here. Have a nice time with God's lesson here...




Seberapa dari kita mengenal sebuah ungkapan "Apa yang kau tabur akan kau tuai."?
Saya percaya semua anak Tuhan pasti pernah dan sangat familiar dengan kata-kata ini, bahkan dosen saya sendiri yang notabene bukan orang percaya pun tahu dan percaya akan statement ini. Tetapi yang menjadi persoalan adalah Sudahkan kita berpikir bijaksana tentang segala sesuatu yang kita tabur?

13 February 2015

Tuhan Bicara, Aku Dengar Enggak Ya?

Siapkan telinga untuk dengar suara Tuhan!
Seberapa dari kita ingin mendengar suara Tuhan? Kalau saya ditanya pertanyaan ini tentu saja saya akan menjawab "Saya mau dan saya ingin terus lebih peka!"



Mulai pertengahan tahun 2014, Tuhan memberikan dorongan kepada saya untuk belajar semakin peka suaraNya dan belajar langkah-langkah untuk menjadi peka akan Dia. Dia mengajari saya tidak cukup hanya komunikasi satu arah kalau ingin lebih dekat, tetapi komunikasi dua arah akan sangat baik untuk sebuah hubungan dengan Tuhan.



Komunikasi satu arah hanya membuat kita tidak tahu jalan mana yang ada perkenanan Tuhan, pilihan mana yang akan membawa level kerohanian kita naik dan pada akhirnya kalau kita tidak peka sama sekali, maka kita bisa dengan mudah mengeraskan hati terhadap suara Tuhan dan pengenalan akanNya menjadi tidak lagi menarik, hasil akhirnya ini yang.fatal seperti yang Tuhan katakan melalui Hosea:

Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. (Hosea 4:6)


08 February 2015

Tuhan Cinta yang Tersembunyi


Dalam hidup ini selalu ada pilihan untuk kita berada diantara banyak orang atau menyendiri dengan Tuhan. Tetapi ketahuilah Tuhan mencintai 'beberapa hal' yang kita lakukan padaNya secara pribadi, Saya katakan ini bukan berarti anda harus keluar gereja dan persekutuan kemudian selalu beribadah sendirian. Bukan sama sekali! itulah alasan kenapa saya beri tanda kutip pada kata beberapa hal. Tetapi yang saya maksud adalah seperti konteks-konteks dibawah ini:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...